Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

SABANG

Senin, 11 Agustus 2014




Kota Sabang terletak di pulau ini. Di pulau ini juga terdapat tugu kilometer nol sebagai tanda kilometer nol sebagai hasil pengukuran dari Badang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Tugu ini terletak di ujung barat pulau Weh dan diresmikan Wakil Presiden Try Sutrisno pada tanggal 9 September 1997. Posisi tugu berada di atas bukit yang tubirnya berada persis di tepi laut, 29 km dari pusat kota Sabang. Atau tepatnya, tugu itu berada di desa Iboih, kecamatan Sukakarya Ujung Ba'u. Dari titik kilometer nol ini, seseorang bisa langsung melihat ke laut lepas. Dapat dilihat juga tiga buah pulau kecil yang sebelum tsunami merupakan satu kesatuan. Pada tahun 1970-an, pemerintah menetapkan Sabang sebagai salah satu pelabuhan bebas bea (free trade zone) di Indonesia dan hal ini sempat membuka kegiatan di Sabang menjadi marak kembali. Namun pada tahun 1986 status Sabang sebagai pelabuhan bebas bea dihapuskan dan kota ini kembali menjadi kota nelayan. Sesuai dengan informasi yang saya terima dari penduduksekitar satu-satunya kegiatan ekonomi, selain penangkapan ikan (nelayan), yang terdapat di Pulau Weh adalah kerajinan perabotan dari rotan. 
    
                                       

                                  

Untuk menuju Pulau Sabang, di tempuh dengan jarak ± 45 Menit dari Dermaga Ule Lheu Kota Banda Aceh, dengan menggunakan Kapal Cepat dengan ,jam keberangkatan adalah jam 09.00 (Kapal Pulo Rondo) dan jam 15.00 (Kapal Baruna Duta) dengan tarif Ekonomi : Rp.60.000 dan VIP Rp. 75.000. Atau bisa juga dengan Kapal Lambat KMP BRR dengan Biaya 25.000 Untuk kelas Ekonomi dan 40.000 Kelas VIP. kalau saya milih yang ekonomi, lebih murah dan bisa di Dak Kapal. Lebih asik menikmati suasana perjalanan. Dengan KMP BRR perjalanan di Tempuh sekitar 2 Jam. Setiba di Balohan (Dermaga Pulau Sabang), sudah menunggu beberapa angkutan umum seperti taxi dan ompengan lain, untuk menuju kota sabang, perorang akan di pungut biaya sebesar Rp. 30.000 kita akan diantar ke lokasi yang akan kita tuju. Untuk yang baru pertama kali ke pulau ini, tidak usah kuatir, pengendara akan mengantar anda ke Hotel di pusat kota atau tempat lain sesuai dengan keinginan kita. Tentu akan ada renegosiasi ulang untuk ongkos antarnya.

PULAU LAMPUUK (ACEH)

Sabtu, 09 Agustus 2014

Aceh tak hanya Pulau Weh-nya saja yang terkenal. Di provinsi paling ujung Pulau Sumatera ini memiliki beragam pantai yang cukup menawan, salah satunya adalah Pantai Lampuuk.
Kawasan Lampuuk terletak di pantai barat Aceh di ujung pulau Sumatera. Pantai tersebut berada di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Lokasinya berdekatan dengan pantai Lhoknga dan dapat ditempuh melalui jalur Banda Aceh - Calang (Aceh Jaya).
Pantai satu ini memiliki keindahan dan pesona yang sangat menggoda di mata pengunjungnya. Pantai Lampuuk sering disebut juga sebagai pantai terindah di Barat Pulau Sumatera. Di pantai ini, Anda akan disajikan panorama indah, perpaduan pantai pasir putih, dan pemandangan hijau di sekeliling pantai. 

Ketika terjadi tsunami, tempat ini sempat porak-poranda dan ditutup sementara untuk rekreasi. Namun, setelah melakukan pembangunan dan perbaikan, lokasi Pantai Lampuuk menjadi indah kembali. Di dekat pantainya terdapat sebuah masjid megah berwarna putih, satu-satunya bangunan yang masih utuh saat terjadi tsunami. Kini, masjid ini dijadikan Monumen Tsunami. 

Di sekitar Pantai Lampuuk juga berdiri megah sebuah pabrik semen Andalas. Namun, saat itu pabrik tersebut hanya tinggal kenangan setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa dan tsunami 26 Desember 2004 lalu. Di kawasan Pantai Lampuuk, Anda dapat bermain golf dengan latar belakang panorama laut di Padang Golf Seulawah. Terbukti, meskipun sempat diterjang gelombang tsunami yang besar, Pantai Lampuuk tidak kehilangan pesonanya. Pantai ini tetap menjadi pantai tercantik di Nanggroe Aceh Darussalam, yang menjadi favorit para wisatawan.

Saat ini, Pantai Lampuuk bukan hanya digunakan untuk berenang, namun banyak warga, turis lokal maupun turis asing tentunya yang menggunakannya untuk surfing. Bahkan berbagai fasilitas permainan yang tadinya tidak ada, sekarang sudah ada, seperti banana boat.
Selain itu, di Pantai Lampuuk ini juga terdapat gua yang sangat indah yang dapat dimasuki wisatawan. Jika Anda hobi berselancar juga sangat cocok di pantai ini karena ombaknya yang besar dan bersahabat.

Dengan semakin banyaknya pengunjung, kini Pantai Lampuuk juga telah dilengkapi dengan beragam fasilitas. Di sekitar pantai ini kini terdapat warung-warung, cottege, lapangan bola, mushalla, dan tempat camping.

Jika Anda berminat ke kawasan ini, jaraknya tidak terlalu jauh, hanyakurang lebih sekitar 20 km dari pusat Kota Banda Aceh. Menuju kawasan Pantai Lampuuk dapat ditempuh dengan menggunakankendaraan pribadi maupun angkutan umum dalam waktu kurang lebih 20 - 30 menit kearah Meulaboh.

KEPULAUAN RAJA AMPAT

Kamis, 07 Agustus 2014

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.
Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.
Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat bangsawan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat sekumpulan manusia. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya limakesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.
Masyarakat Kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar, apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam 'pipa perdamaian indian' di Raja Ampat. Acara mengobrol dengan makan pinang disebut juga "Para-para Pinang" seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah setempat untuk cerita-cerita lucu.
Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan.
Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.
Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.
Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.
Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobeggong, dan ikanpari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.
Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

PULAU PANDANG

Rabu, 30 Juli 2014

Tak jauh dari Pulau Salah Nama dengan menempuh perjalanan selama 15 menit kita bisa tiba di Pulau Pandang. Tak kalah menarik dengan Pulau Salah Nama, Pulau Pandang memiliki potensi keindahan alam yang menakjubkan. Kondisi alam yang asri, perairan yang bersih dan jernih membuat tempat ini menjadi populasi beragam biota laut.
Di Pulau Pandang kita bisa melihat banyak sekali karang yang menghiasi perairan di sekitar pulau. Di perairan sekitar Pulau Pandang juga bisa kita temui bulu babi. Saat ini Pulau Pandang di jaga oleh satuan angkatan laut. Bila kita berkunjung ke tempat ini, kita bisa melihat adanya penangkaran penyu. Hal lain yang tak kalah menarik yakni adanya sumur air tawar di pulau ini.
Potensi kekayaan alam bahari yang dimiliki Pulau Pandang yang telah dikenal hingga ke pelosok nusantara khususnya di Pulau Sumatera. Lalu panorama bawah laut yang ada di Pulau Pandang sungguh menakjubkan. Kegiatan Diving ataupun Snorkling sungguh sangat cocok dilakukan di objek wisata ini. 

Investor memegang peranan penting dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan. Belajar dari beberapa daerah di Republik ini seperti Bali yang sudah diakui keberhasilannya dalam pengelolaan kepariwisataan, para investor ternyata memegang peran besar tersendiri. Melihat keadaan itu bidang pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Batu Bara bekerja secara aktif dalam upaya pengembangan kepariwisataan kabupaten yang kita cintai ini. Melalui promosi yang gencar dilakukan diharapkan dapat menarik minat investor yang ada untuk dapat menanamkan modalnya membangun kepariwisataan di Kabupaten Batu Bara.

PULAU SALAH NAMA

Selasa, 29 Juli 2014

Berbicara mengenai Kabupaten Batu Bara tentu tak lepas dari pesona kepariwisataan yang dimilikinya. Kabupaten Batu Bara memiliki sejumlah objek wisata budaya maupun objek wisata bahari yang memiliki pesona yang luar biasa. Kita sungguh beruntung tinggal di daerah yang dianugerahi dengan kekayaan alam khususnya kekayaan wisata yang luar biasa. Kita memiliki sejumlah pantai dengan keindahannya seperti Pantai Perjuangan yang biasa juga kita kenal dengan nama Pantai Jono, Pantai Bunga dan Pantai Bunga Laut Indah, Pantai Kuala Sipare, Pantai Sejarah, Pantai Laksamana, dan Pantai Kubah Padang.
Selain itu kita juga bisa menikmati keindahan alam di Danau Laut Tador atau pun Wisata Alam Datuk. Tak hanya itu, Kabupaten Batu Bara juga memiliki dua buah pulau yang memiliki pesona yang luar biasa. Dua pulau indah ini terletak di Selat Malaka yakni Pulau Pandang dan Pulau Salah Nama.
Mungkin tak banyak dari kita penduduk Batu Bara yang pernah mengunjungi dua pulau yang indah ini. Sungguh sangat disayangkan karena dua pulau ini justru sangat di kenal oleh wisatawan dari luar Batu Bara bahkan oleh wisatawan asing. Mengingat keindahannya yang luar biasa dan kondisi alamnya yang masih sangat asri membuat dua pulau ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang kebanyakan berasal dari luar Batu Bara.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Batu Bara senantiasa berupaya membenahi dua buah pulau yang kita miliki ini. Dua pulau ini nantinya diharapkan menjadi primadona wisata yang ada di Kabupaten Batu Bara atau Bahkan di Provinsi Sumatera Utara.
Bila kita ingin mengunjungi Pulau Pandang dan Salah Nama, kita dapat menaiki perahu bermotor dari dermaga Tanjung Tiram. Dengan menemupuh perjalanan kurang lebih 2 jam, kita akan sampai di Pulau Salah Nama. Di pulau ini kita bisa melihat bangunan tower telekomunikasi berdiri tegak diatas bukit. di Pulau Salah Nama banyak ditinggali berjenis satwa. Pada malam hari kita bisa melihat kilauan lampu perahu nelayan yang menangkap sotong dan cumi-cumi. Tempat ini juga merupakan tempat favorit bagi mereka yang memiliki hoby memancing. Bila kita berjalan menaiki bukit hingga di puncak bukit di Pulau Salah Nama ini, keletihan yang kita rasakan akan segera terbayar begitu menyaksikan pemandangan di sekitar pulau yang luar biasa dari atas puncak bukit. kita juga bisa berteduh di bawah rimbunnya pepohonan yang ada di pulau Salah Nama.
Melihat air yang jernih di sekitar pulau Salah Nama tentunya akan menggoda kita untuk mandi di sekitar pulau. Bahkan kita bisa melihat sejumlah ikan berenang-renang di sekitar Pulau Salah nama. Sesekali bila kita beruntung, kita bisa melihat ikan lumba-lumba berenang tak jauh dari Pulau Salah Nama. Para wisatawan juga biasa mengelilingi pulau ini dengan menggunakan jet sky. Populasi berbagai jenis udang juga cukup banyak di Pulau Salah Nama.

GUNUNG SIBAYAK (PART II)

Jumat, 25 Juli 2014

Sementara itu, titik pendakian menuju Gunung Sibayak ada dibeberapa lokasi, diantaranya :
  • Kawasan jalur Lima Empat. Disebut jalur Lima Empat karena lokasi ini berada pada posisi KM 54 dari Kota Medan. Jika perjalanan diawali dari jalur Lima Empat kita dapat menikmati santapan jagung bakar atau rebus sebelum melanjutkan perjalanan. Dari titik ini perjalanan menuju puncak Gunung Sibayak dapat ditempuh dengan waktu 3-4 jam. Selain udara sejuk, jagung rebus dapat dinikmati.Tidak jauh dengan lokasi ini, juga dapat melihat Air Terjun Sikulikap yang memiliki ketinggian di atas 7 meter.

  • Kawasan  jalur Simpang Doulu atau jalur tangga yang berada di Desa Semangat Gunung. Dari jalur ini, perjalanan relatif lebih pendek sekitar 2 jam dengan menempuh jalur tangga yang selama ini menjadi jalur yang ramai dilintasi. Sebelum beranjak menuju puncak Gunung Sibayak, di kawasan Doulu akan ditemukan lokasi pemandia air panas yang bersumber dari kawah Gunung Sibayak.

Wisata hobi berpetualang mungkin bisa melakukan tracking atau mendaki gunung yang berada di kawasan Brastagi. atau pemandian air panas belerang yang berada di Lau Debuk-debuk. Kawasan Lau Debuk-debuk merupakan daerah pegunungan yang berjarak sekitar 10 Km dari Kota Brastagi, sementara dari Medan berjarak 60 Km dengan tinggi 1500 mdpl. Di sana, banyak pusat pemandian air panas ini berada, dikelilingi dengan lahan-lahan pertanian warga Desa Semangat Gunung. Hamparan luas nan menghijau biasanya akan menjadi menu utama sajian panorama ketika berada di daerah ini. Jika beruntung, Anda bisa melirik puncak Gunung Sibayak yang memperlihatkan ketandusannya. Desa Semangat Gunung adalah desa terakhir ditemukan ketika mendaki gunung melalui jalur ini.
Perjalanan menuju objek wisata ini tidak terlalu sulit karena transportasi umum gampang ditemui dengan ongkos pasti terjangkau. Sedangkan dengan mobil atau sepeda motor pribadi juga bisa ditempuh tanpa banyak rintangan karena jalannya sudah beraspal. Setelah sampai di kawasan ini tinggal menentukan lokasi pemandian yang akan dipergunakan. Ada sekitar tujuh pusat pemandian air panas (hot spring) yang telah kelola secara modern dan dilengkapi fasilitas semipermanen.
Sedangkan satu lokasi pemandingan dikelola secara tradisional oleh pihak Pemda setempat.
Sebenarnya objek wisata ini merupakan pemandian air panas yang mata airnya bersumber dari perut bumi dan mengandung unsur belerang. Selain terasa hangat, air panas tersebut juga dapat mengobati penyakit gatal-gatal bagi pengunjung yang datang. Sehingga tidak salah kalau berendam dengan air hangat belerang bisa dijadikan sebagai pengganti mandi sauna.
Objek wisata air panas Lau Debuk-debuk memiliki kekhasan tersendiri dengan yang lainnya. Walau terlihat sederhana, lokasi yang memiliki 5 kolam besar yang dibatasi dengan tembok semen banyak dikunjungi orang. Bukan hanya dari Medan, Langkat atau Deliserdang, pengunjung yang datang berasal dari luar daerah bahkan dari Jawa dan Kalimantan. maupun wisman Di sekitar pemandian air panas Lau Debuk-debuk,  menemukan banyak tempat untuk meletakkan sajian atau pemujaan. Tidak jauh dari sumber air panas utama akan ditemukan sumur yang dijadikan sebagai tempat pemujaan dan meletakkan sajian. Selain itu pengunjung yang datang juga sering melepaskan ayam putih sebagai bentuk kepercayaan dan niat karena satu permintaan atau permintaan yang telah dikabulkan. Sedangkan air berada di sumur tersebut sering dibawa pulang dengan jerigen sebagai oleh-oleh sekaligus dipercayai untuk obat.
Sedangkan pada waktu-waktu tertentu akan dilaksanakan kegiatan ritual seperti Erpangir Ku Lau (mandi ritual). Kegiatan ritual dilaksanakan biasanya bertujuan membersihkan diri dari roh-roh jahat dan niat-niat yang tidak baik. Kegiatan seperti ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis dan pengunjung dari luar daerah. Sehingga kegiatan ritual seperti ini biasanya akan dimeriahkan oleh pendatang dari luar kota ke objek wisata ini.
Selain lokasi pemandian air panas yang sengaja dikelola secara tradisional, saat ini juga bermunculan lokasi pemandian air panas semipermanen. Dari catatan, ada sekitar 5 lokasi tempat pemandian yang dikelola secara profesional, di antaranya pemandian air panas Karona Family, Alam Sibayak, Panorama, Rindu Alam dan lainnya. Lokasi pemandian ini dipermak dan dipoles seindah mungkin, tetapi sumber air panas tetap berasal dari aliran Gunung Sibayak. Sedangkan temperatur air panas yang berada di pusat-pusat pemadian air panas di Desa Semangat Gunung antara 27-35 derajat Celsius.
Dan jalur lainnya dari kota Berastagi,  yang berjarak lebih kurang 77 km dari Medan , dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih dua jam dengan mengendarai kendaraan roda dua atau empat.

Oleh karena lokasi ini merupakan salah satu tujuan wisata utama di Kabupaten Karo, dengan demikian tidak sulit mencari penginapan kelas melati di Desa Semangat Gunung atau pun hotel berbintang. Restoran dan kedai makanan juga ada di sekitar Berastagi.

BERASTAGI

Rabu, 23 Juli 2014

Berastagi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten KaroSumatera Utara.
Berastagi merupakan objek wisata di dataran tinggi Karo. Berastagi berjarak sekitar 66 kilometer dari Kota Medan. Berastagi diapit oleh 2 gunung berapi aktif yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Di dekat Gunung Sibayak, terdapat pemandian mata air panas.
Aktivitas ekonomi di Berastagi terpusat pada pasar sayur dan buah-buahan, dan pada pariwisata. Etnis yang dominan di daerah ini adalah Batak Karo.

Objek-objek wisata di Brastagi:
  • Gundaling
  • Pasar Buah Berastagi
  • Desa Peceren
  • Danau Lau Kawar, terletak di kaki gunung Sinabung
  • Taman Alam Lumbini, di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat
  • Air Terjun Sikulikap
  • Museum Pusaka Karo, Berastagi
  • Gereja Inkulturatif Karo Santo Fransiskus Asisi
  • Rumah Gugung (Rumah Adat Karo), Berastagi

GUNUNG SIBAYAK ( PART I )

SUMATERA UTARA


     Puncak Gunung Sibayak, menikmati pesona dan gugusan bebatuan serta kawah yang menghembuskan asap berbau belerang. Pagi hari kita bisa menyaksikan matahari pagi yang menyemburkan sinar di sela-sela bebatuan yang ada. Sementara sore harinya kita akan menyaksikan keindahan lembayung senja sambil menunggu matahari menuju peraduannya di ufuk Barat. Dari puncak Gunung Sibayak terlihat juga dari kejauhan beberapa perkampungan di bawahnya serta puncak Gunung Sinabung yang memang berdampingan dengan Gunung Sibayak.     Gunung itu terlihat begitu indah dan menjadi daya tarik banyak pengunjung, terutama para pendaki gunung. Pada malam minngu, layaknya seperti pasar malam yang dingin, biasa sekitar pukul 02:00WIB merupakan malam favorit bagi para pendaki untuk mendaki ke puncak gunung, untuk melihat keindahan panorama matahari terbit. Dari puncak gunung terlihat Kota Medan, dimana pada malam harinya, kota Medan terlihat lebih indah dengan kemilau lampu-lampu kotanya.     Gunung Sibayak yang terletaj di dataran tinggi Karo dengan ketinggian 2.094m dari permukaan laut. Gunung yang keadaan puncaknya yang sudah porak poranda karena letusan dimasa lalu.Faktor kondensasi di gunung ini sangat tinggi yang menyebabkan seringnya terlihat kabut yang bergerombol didaerah puncak dan merupakan gunung api yang masih aktif, dan mempunyai kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tampak tidak terlalu berbahaya asalkan jangan terlalu dekat ,Gumpalan asapnya  berasal dari panas bumi dan berguna sebagai sumber energi listrik. Di Kabupaten Karo telah terdapat sebuah kawasan pembangkit tenaga uap di dekat Gunung  Sibayak Dari Desa Sibayak, terlihat jelas kondisi  kawahnya yang agak landai (terlihat dari belakang kawasan pembangkit tenaga  uap), yang kelihatannya seperti  membelah  gunung. Sekitar pukul 15:00 WIB, kabut mulai kelihatan di sekitar puncak gunung  hingga ke bagian bawahnya, dan tidak lama kemudian, kabut mulai menyebar hingga  ke Desa Semangat Gunung. Gunung Sibayak dengan sebutan “Gunung Raja”. Sibayak berarti Raja dalam bahasa Batak Karo.Gunung Sibayak bisa dicapai dari dua tempat yaitu :Terdekat dari desa Raja Berneh (Semangat Gunung) Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo (60 KM dari Kota Medan) .Melalui Desa Semangat Gunung (Desa Raja Berneh). Desa itu sangat indah dengan panorama alam dan hamparan perkebunan sayur-sayuran,  tanaman hias dan buah-buahan. Masyarakatnya bercorak masyarakat agraris, yang masih berpegang pada tradisi leluhur dengan kehidupan sosial yang multikultural. Dalam perjalanan menuju Gunung Sibayak, di sepanjang jalan akan terlihat pemandangan tradisional, berupa rumah-rumah adat Batak Karo yang telah berusia sekitar  250 tahun.Banyak terdapat  sumber air panas di sekitar Desa Semangat Gunung dan di Gunung Sibayak. Di kaki  Gunung Sibayak terdapat sumber air panas yang sering didatangi para pengunjung. Uap airnya mengandung belerang, sehingga tercium agak menyengat. Kondisi  alamnya masih natural, dipenuhi pepohonan bambu dan rotan. Untuk menuju arah puncak, para pendaki dapat melewati jalan setapak sebagai jalur resmi  pendakian.Mandi Sauna, mereka yang memiliki hobi jalan dan berendam dengan air panas belerang. Berada di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahkaro, kawasan ini menjadi pilihan wisata akhir pekan bagi keluarga. Dengan balutan udara sejuk karena berada di kaki Gunung Sibayak, daerah kunjungan wisata ini dianugerahi air panas belerang. Ali mengalir sepanjang masa dengan balutan panorama eksotis yang menyajikan suasana indah, tenang serta damai.Jalan menuju lokasi Gunung Sibayak tidak terlalu sulit. Pendakiannya tidak membutuhkan teknik khusus. Bahkan pendaki pemula akan dengan mudah mencapai puncak serta menikmati embusan angin berbau belerang yang keluar dari kawah Gunung Sibayak. Dari Kota Medan, lokasi ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum



 

Blogger news

Most Reading

Tags

  • Wisata Alam